Jumat, 04 Agustus 2017

Rindu Yang Berdebu







Waktu Pun Berlalu,Seperti Biasa Sang Detik Menghitung Menit,Begitu Pula Si Menit,Selalu Menungu Si Jam Dan Akhirnya Sang Jam Pun Memberi Tahu Kepada Hari,Untuk Selalu Berganti Dengan Waktu Dan Dengan Awal Yang Baru .


Tidak Terasa Bulan Selalu Berganti Dan Tahun Pun Juga Akan Segera Diganti,Aku Yang Lemah Ini Hanya Bisa Berdiri Di Ujung Bukit Sambil Memandangi Mu Yang Sedang Di Tutupi Awan Langit . Berharap Suatu Saat Nanti Kau Akan Kembali,Seperti Matahari Yang Terbenam Untuk Malamnya Dan Esok Dia Akan Kembali Terbit Untuk Siangnya. 


Tapi Kurasa Dirimu Tidak Akan Pernah Kembali Seperti Sang Matahari,Sebab Dirimu Saja Memandangi Aku Seperti Buku Yang Sudah Di Baca Ribuan Kali,Yang Hanya Membuat Kamu Merasa Bosan Untuk Membacanya Setiap Kali. 

Tapi Jika Aku Adalah Sebuah Buku Yang Menarik Buat Mu,Sampai Berjuta Kali Pun Aku Dibaca Atau Sampai Tak Layak Lagi Aku Di Baca Kamu Masih Tetap Setia Mebacanya,Karna Aku Itu Adalah Sebuah Buku Yang Menarik Buat Kamu. 


Tapi Sayang,Semuanya Sudah Berlalu,Sebuah Masa Masa Yang Indah Telah Menjadi Abu,Semuanya Sudah Terbakar Hebat Oleh Api Masa Lalu,Aku Sungguh Menyesal Membiarkan Janji Yang Kita Buat Menjadi Janji Yang Terabaikan,Bahkan Janji Itu Sekarang Sudah Berdebu Karna Lama Tidak Pernah Di Wujudukan. 


Sampai Sekarang Aku Masih Bertanya Tanya Kepada Diriku,Kenapa Secepat Ini Waktu Berputar? Kenapa Tidak Lama Saja? Seperti Halnya Seekor Siput Yang Sedang Berjalan .

Berapa Lama Lagi Aku Harus Memendam Perasaan Ini, Aku Tidak Bisa Membohongi Perasaan Ku Sendiri,Apakah Aku Boleh Jujur? Kurasa Belum Saatnya. Tapi Aku Rasa Ini Mungkin Saatnya. 

Iyaa Aku Telah Merindukan Mu,Rindu Akan Suara Mu,Tatapan Mu,Bahkan Bayangan Mu Selalu Saja Perlahan memeluk Erat Bayanganku,Aku Rindu Semua Nya Tentang Kamu,Sampai Tidak Terasa Semua Kerinduan Ini Perlahan Tenggelam Habis Di Tengah Lautan Dalam Yang Penuh Debu.Aku Mohon Biarkan Aku Merindukan Mu Sekali Lagi.Karna Mungkin Ini Terakhir Kalinya Aku Merindukan Mu,Aku Minta Maaf Karna Aku Pernah Melepaskan Mu Sampai Akhirnya Kau Benar Benar Terbang Terlalu Jauh . 


Aku Bagaikan Sangkar Dan Kamu Bagaikan Burung Merpati Yang Terbaik Yang Pernah Terlepas Dari Sangkarku. 


Aku Hanya Berharap Suatu Saat Nanti Entah Itu Kapan, Intinya Pada Saat Ini Aku Selalu Berdoa Kepada Sang Pencipta Agar Suatu Hari Nanti Kau Akan Pulang Kembali Pada Sangkarku.Pulanglah Wahai Merpati Terbaiku,Aku Merindukan Mu .
Merindu Lah Selagi Kau Masih Bisa Untuk Di Rindukan

SEKIAN... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar